Thursday, October 22, 2009

Strategi Ritel: Top 5 untuk menang

Dalam kurun waktu 5 tahun ini, persaingan dalam bisnis ritel modern di Indonesia berlangsung sangat ketat. Apalagi dengan semakin maraknya peritel asing yang punya kekuatan modal dan strategi global yang cukup besar dan menjanjikan. Jika melihat peta persaingan yang ada saat ini, semua peritel bisa berkompetisi secara lintas format. Dengan berbagai promosi dan strategi pemasaran diharapkan dapat menambah jumlah pelanggan dan meningkatkan turnobver penjualan.

Ada 5 strategi yang sedang menjadi trend dalam memenangkan kompetisi bisnis ritel di Indonesia yaitu:
1. Kreatifitas dalam Promosi:
Sudah menjadi kaidah umum dalam semua jenis bisnis bahwa promosi merupakan senjata utama untuk menggaet konsumen. Jika kompetisi itu diibaratkan peperangan maka setiap peritel dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan senjatanya. Semakin canggih senjata, maka kemungkinan besar kita memenangkan kompetisi akan semakin besar.

Promosi harga diprediksi akan tetap menjadi pilihan utama. Hanya saja formatnya bisa berubah dari mulai potongan langsung dalam bentuk potongan rupiah, atau bisa dalam bentuk discount yang menarik. Tahun 2005-2007 masih banyak peritel menggunakan potongan harga coret yang menarik buat konsumen. Akan tetapi mulai tahun 2008 mulai berubah yaitu berupa potongan Rp. 1000, Rp. 5000, Rp. 10.000,- untuk setiap pembelian 1 unit barang. Selain itu pada tahun yang sama muncul fenomena promosi trade up Buy One get one free, atau Buy Two get one free. Jika dilihat sepeertinya cara pertama lebih efektif untuk peritel maupun konsumen, karena konsumen terkadang tidak memerlukan penggandaan dari kebutuhannya.

Yang lebih menarik di tahun 2009 ini banyak peritel yang memulai konsep discount 10%, 20%, 30% potongan untuk kategory produk tertentu. Mencoba mengadopsi konsep discount yang biasa ditawarkan di Department store.

2. Optimalisasi Teknologi
Untuk menunjang seluruh operasi ritel dibutuhkan teknologi yang terbaik. Dalam bisnis ritel di masa yang akan datang teknologi akan terfokus setidaknya pada beberapa aspek yaitu: manajemen inventori, kerapihan distribusi, database konsumen, dan mendukung inovasi dalam promosi.

Sebagai contoh, dalam manajemen inventori, perusahaanritel memerlukan teknologi untuk memastikan proses recieve dan turnover barang berjalan dengan seimbang dan efisien. Kelebihan stock barang di gudang berarti menciptakan potensi deadstock, bahkan manambah resiko damage product (waste) untuk produk fresh (buah, sayur, daging dan ikan). Dengan teknologi yang dimiliki, peritel dapat memperoleh data stock barang dan potensi jual setiap barang, dan akhirnya merekomendasikan jumlah ordr berikutnya secara tepat.

Untuk database konsumen saat ini sudah dijalankan oleh banyak peritel, dengan mengeluarkan kartu anggota/konsumen (member card) seperti yang telah dijalankan di Carrefour, Giant, Indomart, Alfamart, Matahari bahkan pemain lokal seperti Yogya/Griya di Bandung. Keuntungannya selain mampu membuat pemetaan customer, dapat juga digunakan untuk mempertahankan loyalitas konsumen dengan aneka jenis promosi membership.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment