Tuesday, October 27, 2009

Peta kekuatan bisnis ritel di Indonesia

Persaingan di bisnis ritel modern saat ini berlangsung dengan sangat ketat. Menurut Mediadata disebutkan bahwa "perkembangan bisnis ritel modern ini ditunjukan dari segi omzet yang masih tumbuh secara nyata yakni dari sekitar Rp 42 triliun pada tahun 2005, meningkat menjadi sekitar Rp 58 triliun pada tahun 2007 dan tahun 2008 sudah mencapai sekitar Rp 67 triliun.

Peningkatan nilai omzet beberapa tahun terakhir ini, terutama didorong semakin maraknya pembukaam outlet gerai baru hypermarket dan minimarket. Misalnya, peritel asing hypermarket, Carrefour dalam waktu singkat telah berhasil mengepung potensi pasar ritel di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, dengan kepemilikan gerai hingga akhir tahun 2008 sebanyak 70 unit.

Bagaimana sebenarnya peta persaingan bisnis ritel yang ada di Indonesia. Siapakah pemain utama yang bersaing di dalamnya, baik itu dari lokal maupun jaringan ritel global. Berikut ini dipaparkan profile singkat dari para pemain ritel besar di indonesia:

1. Carrefour
Carrefour merupakan jaringan hypermarket terbesar jika melihat format ukuran gerainya, dan merupakan jaringa ritel global terbesar ketiga setelah Wallmart dan Tesco dari sisi sales dan profitnya. Carrefour berasal dari Perancis dan banyak beroperasi di Eropa, China, Colombia, Brazil, dan beberapa bagian negara Asia.

Toko pertama carrefour berdiri pada tahun 1957 di Perancis, dan memperkenalkan konsep Hypermarket untuk pertama kali pada tahun 1967, yaitu menggabungkan pasar swalayan dengan department store dalam satu atap. Kekuatan Carrefour di Asia ditunjang oleh keberadaan banyak gerainya di negara-negara berikut: China (134 gerai), Indonesia (75 gerai), Taiwan (48 gerai), Thailand (25 gerai), dan Malaysia (12 gerai). Kemudian ditambah dengan ekspansi ke wilayah Timur Tengah yaitu Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab masing-maing 11 gerai.

Di Indonesia Carrefour mengakuisisi Supermarket Alfa sebanyak 14 gerai ditahun 2007. Akan tetapi belum nampak konsep yang jelas dan kuat, yang bisa Carrefour lakukan untuk gerai-gerai Alfa yang mereka akuisisi. Proses akuisisi ini sendiri menuai banyak pro dan kontra, terkait dengan potensi monopoli yang semakin kuat dan dominan di pangsa pasar modern ritel , yang mana saat ini ditangani oleh KPPU (Komite Pengawas Persaingan Usaha).

Selain itu Carrefour merupakan perusahaan asing pertama dengan revenue terbesar yang eksis di Indonesia. Selain karena merupakan Hypermarket pertama dan selalu leading dalam inovasi dan system promosi dibandingkan para pemain lainnya dalam kelas yang sejenis.

No comments:

Post a Comment